Advertisement

Responsive Advertisement
Showing posts with label Jobseeker. Show all posts
Showing posts with label Jobseeker. Show all posts

Friday, 11 January 2019

Rekrutmen MT STAR 2019

Aku membuka banyak website loker hingga akhirnya menemukan informasi kalau Danone sedang membuka peluang untuk Program Management Trainee STAR. Aku lupa nemuinnya di website loker yang mana satu, tapi dibawah ini adalah informasi yang baru saja aku temui dari Twitter:



Dan ini adalah informasi yang aku dapat dari website Danone mengenai beberapa FAQ (selengkapnya silahkan klik link websitenya) 
__________________________________________________________________________
How many management trainees are recruited each year?
It depends on the business needs. Historically, we recruit 40- 50 MT in various functions every year.
What are the benefits for me as an MT STAR?
Danone believes that you are special in your own unique talents. In MT STAR Program, you will be assigned in various meaningful projects and your creative ideas and initiatives will be highly welcomed. As a Danoner, you will have access to join various sports activities (Zumba, Body Combat, Yoga, Merpati Putih, etc.), free lunch at Danone Canteen, and Danone Clinic.
Is there any minimum GPA to apply?
We believe what’s more important is the culture fit; hence your GPA and educational background are no longer our essential requirements.
__________________________________________
Setelah baca FAQnya, ku merasa Danone sangat memudahkan. Dibagian tentang IPK, ku rasa ini satu-satunya loker yang tidak membatasi dengan angka di Transkip Nilai. Meski dimudahkan, tetap harus berusaha keras. Karna pelamarnya pasti ada banyak, bukan ga mungkin kalo mayoritas dari pelamar adalah lulusan Universitas ternama, Cumlaude pula. Maka, wajib untuk sangat serius menjalani setiap tahapan. Berikut adalah tahapan-tahapan yang akan dilalui oleh pelamar:


Sumber: Proses Rekrutmen untuk Leadership Development Program

Aku memutuskan untuk menjadi salah satu pelamar dari (mungkin) ribuan atau lebih pelamar lainnya.

15 September 2018, aku mendapat email dari My Harver setelah Sign Up.





15 September 2018, masih ditanggal yang sama, aku mendapatkan email dari My Harver lagi setelah mengisi beberapa pertanyaan yang diajukan. Semuanya dalam Bahasa Inggris, dan ada sebuah video yang mengawali setiap pertanyaan.  



20 September 2018, Danone sangat tepat waktu memberitahukan hasilnya, sesuai email sebelumnya. Unfortunately, ada kata "unfortunately" di email tersebut. Tepat seperti dugaan, walaupun aku sangat berharap dapat bekerja di Danone dan berhenti berharap diwaktu yang bersamaan karna rasanya yang akan diterima hanyalah orang-orang yang memiliki sangat banyak prestasi. Di lain sisi ku juga ga bisa memungkiri kalau keberuntungan seseorang juga dapat membawanya ke hal-hal yang terlihat mustahil.



16 November 2018, aku dikasih kesempatan satu kali lagi dan melanjutkan ke tahap Reasoning Test dan Video Interview. 


Persiapanku terlalu lama untuk tes dan interview ini, tepatnya adalah ku menunda tanpa mempersiapkan apapun, seperti belajar atau latihan interview di depan cermin. Ya, ini adalah kebiasaan buruk yang rasanya lebih mudah di lakukan, tapi harus siap pula menerima apapun hasilnya. Hingga tanggal 25 November 2018 sebelum pukul 23:59 baru ku selesaikan semua pertanyaan di tahapan ini. Untuk Reasoning Test, ada beberapa jenis pertanyaan yang tak pernah ku temukan sebelumnya. Tapi untungnya, diberikan contoh dan soal percobaan sebelum mengerjakan semua soal.

Sementara untuk Video Interview, ada dua pertanyaan berbahasa Inggris yang harus dijawab dengan bahasa Inggris pula. Aku lupa pertanyaannya apa, tapi sempat mengetik jawaban dulu sebelum merekamnya. Seingatku, jawabanku tidak sama persis dengan ketikan dibawah ini:

1. Well, why am I interest in joining danone MT Star. Because this is a big chance for my career. Danone is a multinational company, ofvcourse it will be great for my career. That was in my mind before, but after I got the email from danone team that i will continue this recruitment, i browsing about danone on internet , and I’m in love with danone vision. One planet, one health. Yes, danone is a perfect place to work, i can contribute to doing good for someone else, more people in this world. Cause danone mission is bringing health through food to as many people as possible. Danone isn’t just producing food then wap hands and whatever will happen to the customer. No! danone really care about health, danone formed to consider about every aspects that might affect all ecosystems. I hope everyone is danoners. I wish they all cares about health, all ecosystem, this planet. I’ve browsing bout danoners too anyway. I’m smiling when they're tell bout their experience in danone, all great experience. It’s describe that danone is a great place to work. It makes me more interest to joining Danone.

2. The most inspiring achievement is to be someone useful for others. Spread kindness and help many people. Danone, from the beginning was found to have achieved very inspiring achievements, producing healthy food.

(maaf untuk jawaban di atas bila ada kesalahan dalam penggunaan bahasa Inggrisnya)



Aku tahu Tes dan Interview yang ku jalani berjalan buruk, bahkan meyakinkan diri sendiri untuk tak berharap lagi mengenai hasil yang baik. Tapi, ntah sadar atau tidak, aku menunggu hasilnya. Hingga tanggal 3 December 2018, tak ada kabar baik.. maupun kabar buruk. 

4 Desember 2018, sebuah email menyampaikan kalau langkahku harus terhenti. Aku bukanlah kandidat yang memenuhi syarat untuk menjadi seorang danoners, walaupun ku sangat ingin sekalipun.



Tapi..
Ini adalah kegagalan yang paling.. apa ya sebutannya, berkesan(?) semacam sesuatu yang membuatku mengetahui hal yang tak pernah ku ketahui. Sebelumnya, aku hanya mengetahui nama DANONE ada di botol air mineral dan biskuit susu kesukaanku. Selebihnya, aku tak tahu apa-apa lagi. Dan setelah semua proses rekrutmen ini, ada perasaan layaknya mengidolakan sesuatu. 

Untuk menjalani setiap tahap, aku mencari tahu beberapa hal tentang Danone melalui internet. Awalnya, ku menjadi sangat ingin diberikan mukjizat untuk lulus MT STAR ini karna Danone adalah perusahaan multinasional yang bisa ku pamerkan bila ada yang bertanya dimana tempatku bekerja, aku hanya akan menyebut nama Danone dan tak perlu menjelaskan panjang lebar, karna orang lain pasti telah mengetahuinya, ya minimal pernah mendengar namanya.

Keinginanku membuncah saat menemukan artikel ini. Ada beberapa program yang sangat menarik, salah satu programnya dapat membuat karyawan Danone bekerja di semua kantor Danone di seluruh dunia, ini kesempatan yang sangat bagus untuk pekerja manapun (kecuali pekerja yang menghindari mutasi ke luar kota/negeri). Selain program-program yang menggiurkan, Danone juga sangat menghargai Danoners yang hamil beserta suami yang juga bekerja di Danone dengan memberikan waktu cuti yang ga nanggung-nanggung. Perusahaan impian yang sangat membahagiakan semua karyawannya. Setauku karyawan yang bahagia akan bekerja dengan baik untuk mempertahankan kebahagiannya pekerjaannya. Walaupun aku juga penasaran, apakah ada Danoner yang merasa tak nyaman disana sehingga berpura-pura serius melihat monitor komputer supaya dianggap kerja, padahal lagi liatin website loker dan berniat untuk resign.

Pada akhirnya aku sadar, yang membuatku sangat tertarik adalah ketika aku tahu visi dan misi Danone.

MISSION: 
"BRINGING HEALTH THROUGH FOOD TO AS MANY PEOPLE AS POSSIBLE." 

VISION: 

"Danone, One Planet. One Health"

Misi dan Visi yang sangat mulia, menurutku. Jadi, semua yang terlibat di Danone sangat beruntung. Mereka bekerja, dan disaat yang bersamaan mereka menjadi orang-orang yang baik. Sedari dulu, aku selalu memikirkan tentang sebuah perusahaan dimana aku akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhanku sehari-hari. Tentang apa yang akan di produksi, apakah produknya akan bermanfaat atau berdampak buruk, dan hal-hal lainnya yang selalu ku pertimbangkan. Karna, ketika produknya buruk untuk kesehatan atau lingkungan, itu artinya aku terlibat dalam tindakan yang salah (walaupun secara tidak langsung sekalipun)

Aku kagum ketika mengetahui masih ada perusahaan yang tak sekadar mencari keuntungan, bahkan sangat peduli dengan ekosistem. Juga, kesehatan melalui makanan. Mengetahui ini saja sudah cukup menimbulkan perasaan haru bagiku. Dan, tak harus menjadi Danoners untuk ikut andil menyelamatkan bumi, bukan?!









Tuesday, 27 November 2018

OH BEGINI RASANYA UJIAN CAT

Baca soal CPNS udah semacam obat tidur yang ampuh untuk membuatku ketiduran. 

Btw, Alhamdulillah secara dramatis ku lulus seleksi administrasi CPNS. Kenapa dramatis? karna ketika pengumuman yang lulus sudah diumumkan, ku langsung ngecek akun SSCN. Disitu ada tulisan, "Selamat! Anda lulus tahap administrasi berkas". Bahagia dong kan ya?! bersyukur banget, ga pernah kebayang sebelumnya kalo lulus administrasi aja rasanya sebahagia ini. 

Ku kemudian kepo liat Ig resmi instansi yang ku lamar itu, bacain komen yang kebanyakan nanyain tentang CPNS dan sampailah aku di komen yang intinya begini "min, di SSCN saya dibilang lulus tapi kok di website nama saya ngga ada ya?" seketika deg-deg kan, yang tadinya bahagia berubah jadi panik. Bahagianya bener-bener hilang pas baca lampiran pengumuman di website yang menegaskan kalau yang lulus administrasi adalah yang namanya tercantum di daftar nama peserta yang lulus. Berarti bisajadi yang di SSCN salah kan, karna ada kesalahan teknis atau semacamnya? 

Berbekalkan HP minjem dari Sugeng yang kebetulan lagi datang ke rumah malam itu (soalnya HP-ku kuotanya telah berpulang ke Yang Maha Kuasa), ku buka lampiran yang keterangannya adalah nama Zona yang ku pilih, scroll-scroll secara perlahan hingga di abjad S, ga ada namaku.

 "yang lulus administrasi adalah yang namanya tercantum di daftar nama peserta yang lulus."

Namaku ga tercantum di daftar peserta yang lulus. Langsung ku buka lampiran daftar nama peserta yang tidak lulus, dan sama aja, namaku juga ngga ada disitu. Muncul secercah harapan, ada kemungkinan aku lulus, tapi ga menutup kemungkinan juga kalo ku ga lulus. Dilema.

"Mungkin dipindah ke zona lain" Sugeng ngomong gini dan ku langsung buka lampiran zona lain satu-persatu, ga menemukan namaku hingga HP-nya lowbat. Aku nyerah nyari namaku, dia pulang ke rumah, dan ku tidur. Tapi ditengah malam dia nelfon dan ngasih tau kalo namaku ada dilampiran zona yang aku pilih.


Apa iya lampirannya berubah? Atau ku yang ga teliti? Ntahlah, yang penting misteri nama yang tak tercantum sudah terpecahkan.

Ya kira-kira begitulah drama itu terjadi.

Proses Rekrutmen CPNS ini, tahap menunggunya lumayan memakan waktu, bisa sambil tiduran, ketiduran, bahkan sambil bekerja untuk mempertahankan spesies. Yaiyasi, prosesnya berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Mulai dari pengumuman jadwal rekrutmen CPNS dimulainya kapan juga tertunda hingga berbulan-bulan, akhirnya menemukan titik terang di akhir September 2018.

Pada awal Oktober 2018 ku mulai registrasi, setelahnya malah bingung karna dihadapkan banyaknya pilihan formasi, jabatan dan instansi. Berhari-hari mikirinnya, berharap akan dapat pilihan yang tepat. Hingga beberapa hari sebelum registrasi ditutup, akupun segera melengkapi berkas dan menentukan pilihan yang sudah ku anggap tepat. Alhamdulillah 21 Oktober 2018 drama yang ku ceritakan di awal tadi terjadi. Setelah itu ku menunggu lagi untuk kemungkinan berikutnya mengenai kapan dan dimana tahap selanjutnya akan dilaksanakan.


Batam? Mendadak tersenyum lebar ngeliat lokasinya. Bersyukur dan merasa sangat dimudahkan karna akan sangat hemat biaya. Padahal aku udah hitung-hitung ulang soal pengeluaran Ferry, Hotel, Gojek dan makan selama di Tanjung Pinang. Duitnya bisa di simpan lagi, begitu pikirku. Tapi beberapa hari kemudian, terjadi perubahan yang mengharuskanku untuk kembali ke rencana awal. Lokasi Ujian berubah menjadi CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Tanjung Pinang.

06 November 2018, ini adalah hari dimana aku akan menghadapi UJIAN CAT tersebut. Peserta yang lulus administrasi berkas, baik itu dari jenis formasi lulusan terbaik, umum maupun putra/putri Papua dan Papua Barat, diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sedari pagi buta, aku memeriksa lagi barang bawaanku yang sudah ku siapkan semua tadi malam.  Setelah semuanya ku rasa sudah siap, akupun berangkat dengan harapan semua yang akan terjadi hari ini adalah kemudahan dari-Nya. Aamiiiin.

Karna akan mengantarku ke Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur, Sugeng izin ke atasannya kalau akan datang agak terlambat ke kantor hari ini. Loh, bukan Terminal Ferry Telaga Punggur Batam? Bukan. Jadi gini, Sugeng punya teman yang pekerjaannya adalah mengantarkan barang dari Batam ke Tanjung Pinang. Maka dari itu, aku sekalian di titipin(?) ke mobil temannya. Tapi sebelum ke Pelabuhan, kita sarapan dulu dan mampir ke makam Mamak. Terus mampir lagi ke minimarket beli jajanan.

Sesampainya di pelabuhan, kita nungguin temannya yang bernama Ganda itu di kurang lebih 30an meter sebelum gerbang. Ga terlalu lama menunggu, Ganda datang dan aku langsung turun dari motor untuk masuk ke dalam mobil, aku duduk di kursi depan kiri. Ku dengar Sugeng bilang, "titip ya, Gan" tapi ga dengar jelas jawaban Ganda. Lambai tangan ke Sugeng yang masih nunggu ketika mobilnya mulai jalan dan petualangan di mulai.
______________________________________________________________
Wikipedia: Kapal Ro-Ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga, sehingga disebut sebagai kapal roll on - roll off atau disingkat Ro-Ro.
_____________________________________________________________

Perjalanan dengan Kapal Roro dari Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur ke Pelabuhan ASDP Roro Tanjung Uban memakan waktu sekitar 1 jam. Kita nunggunya ga di dalam mobil, melainkan di ruangan yang udah disediakan untuk penumpang, kebetulan kali ini ruangannya nyaman dan ada ACnya, juga speaker untuk muter lagu yang ada di playlist hp-nya Ganda. Ini karna dia udah bolak-balik naik Roro kali ya sampe udah kayak rumahnya sendiri, tau aja letak kabel yang nyambungin dari speaker ke hp.

Aku ini tipe orang yang ga bisa belajar sambil dengerin lagu, gabisa fokus malah ketiduran. Itu kalo belajar sendiri dikamar sambil tiduran juga sih. Tapi di ruangan yang suara musisi-musisi Amerika terdengar sangat jelas memenuhi seantoro ruangan ini, ku sempat baca latihan soal CPNS dan lumayan bisa memahami dokuritsu junbi cosakai dan dokuritsu junbi inkai, juga beberapa pembahasan untuk soal TWK lainnya. Parahnya, ini adalah kali pertama aku baca-baca soal dan pembahasan (itu juga cuma TWK), padahal ujiannya hari ini. Kemarin kemana aja rasa rajin ini?

Di puluhan menit akhir, penyakitku kambuh aku sadar kalau baca soal sambil dengar lagu itu menimbulkan rasa ngantuk. Dan ngantuknya makin parah ketika kapal akan segera sandar, jadi ga bisa tidur. Kalau tidur, ntar dibawa balik lagi ke Batam. Aku hanya harus berkompromi dengan rasa ngantuk ini dengan memejamkan mata sebentar kemudian membuka mata lebar-lebar. Ngantuknya hilang karna kapal akhirnya sandar dan harus buru-buru turun ke bawah karna mobilnya parkir paling depan. Sebelum di klakson-klaksonin yang dibelakang. 

Tanjung Uban itu letaknya di Pulau Bintan, dan Kota Tanjung Pinang berada di Pulau yang sama. Jadi sekitar 1 jam lagi untuk sampai di lokasi ujian.

  Sumber: Google Maps

Di tengah perjalanan, aku nanya ke Ganda kenapa dia dan sopir Pick Up, Lorry, Truk, Mobil Tangki, juga mobil-mobil pembawa barang lainnya saling nglakson satu sama lain. Ku penasaran, karna sebelumnya juga pernah liat yang seperti ini. Ku pikir itu adalah kode etik? Dan jawabannya adalah: "Karna kenal, kadang ketemu di Pelabuhan. Kadang kalo ga kenalpun, sama juga. Kalau lagi berhenti di tepi gitu, mau istirahat, ada aja yang berhenti dan nepi untuk sekedar nanyain ada kendala apa. Ya gantian, ku kadang juga gitu ke mereka."

Gatau kenapa, setelah dengar jawabannya ku jadi haru. Ga semua orang di dunia ini adalah orang yang tidak peduli. Bahkan dijalan raya seperti ini. Masih ada orang-orang yang lebih memilih untuk membantu orang yang tak dikenal dibanding mengenakan earphone untuk mengabaikan segalanya.

Akhirnya kita sampai di Tanjung Pinang setelah menempuh jarak puluhan kilometer. Batreku sudah penuh setelah pakai powerbanknya Ganda, cukup untuk turun di RSUD dan order Gojek. Tapi, Ganda terus jalan berbekalkan maps.

"Aku gajadi turun di RSUD, Gan?"
"Gausahlah, dekat aja kok, biar sekalian."

Jadi enak dan ga enak dalam waktu yang bersamaan. Enak karna langsung sampe lokasi ujian, ga enak karna udah sangat merepotkan. Aku sangat berterimakasih pas dia turunin tepat di depan Hotel CK yang besar itu. Ganda udah sangat membantu hari ini, ku jadi ga perlu bayar ongkos Ferry ataupun Gojek.

Ada banyak yang mengenakan atasan putih dan bawahan hitam sepertiku. Aku terus jalan mendekati pintu hotel dan nanya ke security soal lokasi ujiannya. Lalu security mempersilahkan untuk berjalan ke arah kerumunan orang-orang berbaju putih yang jauh lebih ramai lagi. Tapi mereka semua dari instansi lain yang akan ujian pada saat itu juga, giliranku masih beberapa jam lagi.

Btw, ini pertama kalinya aku sendirian di kota lain, jadi yang ku lakukan adalah SKSD dengan siapapun. Seperti menanyakan ke peserta lain yang sudah selesai ujian mengenai hasilnya, dan tak satupun dari mereka menjawab "Lulus/Passing Grade". Kebanyakan gagal di TKP. Aku jadi sangsi dengan soalnya nanti akan bagaimana, TKP tak ku pelajari sama sekali karna merasa itu adalah pertanyaan tentang kepribadian yang akan dijawab spontan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Ku tak lagi memikirkan soal ujian, perutku sedang butuh perhatian. Jadi aku jalan menuju RM. Masakan Padang yang ada di depan hotel, Rp.13.000,- untuk nasi padang dengan lauk ayam bakar. Murah ga sih ini?

Setelah makan, aku ke mushola CK Hotel, dan dari sana ku bisa melihat pemandangan ini:


Duduk hingga berjam-jam di mushola ini lumayan bisa sambil ngecharge handphone, ngobrol sama peserta lain yang beberapa diantaranya ternyata juga dari Batam lumayan mempercepat waktu. Cuma ya gitu, mereka semua dari instansi berbeda, jadi ga bisa nanya-nanya soal berkas yang ku bawa ini sudah benar atau belum. Aku datangnya terlalu cepatkah sampe belum menemukan satupun peserta yang melamar ke instansi yang sama denganku. 

Jam tiga, aku turun ke lokasi ujian yang sudah dipenuhi peserta yang sedang antri. Tahapnya seperti ini:

  1. Antri
  2. Menyerahkan EKTP Asli beserta Kartu Ujian dan ditanyain nomor urut di daftar peserta lulus, aku lupa, jadi hanya menyebutkan namaku dan panitianya nyari di abjad S (untung aja sesuai abjad). Ketika menemukan namaku ada di urutan 120, panitianya menulis angka 120 di Kartu Ujian.
  3. Menyerahkan berkas yang terdiri dari Foto Warna Ukuran 3x4, Dokumen (print out) kartu pendaftaran registrasi online, Surat Lamaran diketik yang ditandatangani diatas materai Rp.6000,-, Fotokopi E-KTP, Fotokopi Ijazah dan Transkip Nilai yang dilegalisir, juga Surat Pernyataan. Semua berkas di satukan dalam map warna hijau sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. 
  4. Panitia menggunting Kartu Ujian menjadi dua, satu untuknya dan satu lagi untukku. EKTP juga dikembalikan, kemudian ku diarahkan untuk menitipkan barang bawaan di penitipan yang letaknya sekitar sepuluh meter dari meja itu. 
  5. Aku meletakkan tasku, dan panitia memberikan kartu yang bertuliskan nomor urut, kalau ga salah 09 waktu itu.
  6. Di meja panitia berikutnya, menyerahkan kartu ujian lagi tapi dalam waktu ga sampai semenit dibalikin ke aku. Lalu panitia meminta untuk menulis nomor PIN yang dia sebutkan di kolom yang udah disediakan pada kartu ujian.
  7. Dan di meja panitia terakhir, punggung tanganku distample.
  8. Sebelum masuk, ada polwan berjilbab yang memeriksa bagian tubuh dari kepala hingga kaki. Ketika memeriksa dia juga menanyakan, "lagi hamil?" aku sempat bingung dan mikir apa iya aku terlihat seperti ibu-ibu hamil? maksudnya, apa iya aku terlihat seperti seseorang yang sudah menikah? namun akhirnya ku menggeleng dan menjawab "ngga". 
  9. Duduk di deretan kursi yang telah di sediakan sembari mendengarkan penjelasan tentang CAT yang ditayangkan di TV hingga berjam-jam. 
  10. Dimulai dari yang duduk paling kiri, jalan masuk menuju ruangan ujian. Ketika masuk, ada mbak-mbak di depan pintu yang memberikan satu lembar kertas HVS kosong.
Di dalam ruang ujian yang sangat luas, dan di isi ratusan peserta, aku agak gugup. Tapi syukurlah panitia yang menjelaskan tata cara ujian CAT tidak terlalu formal dan bikin mengantuk, malah meghibur dan gugupku terlupakan. Ada pembagian sesi lagi didalam ruangan itu, setiap sesi memiliki PIN yang berbeda, dan aku termasuk di sesi 1.

Semua peserta di minta untuk mengisi data yang diminta pada sistem CAT dan ujian pun dimulai. 100 soal yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) harus selesai dalam waktu 90 menit. Aku membaca soal dan berusaha mengisinya secepat dan setepat mungkin di dalam ruangan ujian yang sangat hening tersebut. Mengisi soal satu persatu, yang tidak ku ketahui sama sekali akan langsung ku jawab juga berdasarkan perasaan "kayanya yang ini". Di menit-menit akhir tanganku semakin dingin ketika mengerjakan soal TKP, antara panik atau emang suhu ruangan (AC) yang terlalu dingin. Soal TKP panjang-panjang, pilihan jawabannya ga kalah panjang. Mengerjakan ujian yang soal dan jawabannya panjang sembari dikejar waktu ini benar-benar ujian.

Waktu habis. Nilaiku muncul di monitor.
TWK: 80 (Passing Grade 75)
TIU: 95 (Passing Grade 80)
TKP: 125 (Passing Grade 143)

Aku melihat monitor beberapa menit, memastikan angka yang dimonitor adalah benar. Dan benar, TKP-ku ga passing grade. Sedikit sesak di rongga dada tapi kemudian lega, mungkin terbantu doaku tadi siang agar aku tetap dikuatkan ketika menerima hasil terburuk sekalipun. Aku keluar dari ruangan membawa kartu ujian, ktp, kartu penitipan tas, kertas buram dan (tanpa sadar) pensil ujian yang dipakai untuk corat-coret dikertas buram juga terbawa. Pantas saja didepan pintu keluar ada panitia yang sedang berdiri, ternyata tugasnya untuk mencegat orang-orang sepertiku yang ga sengaja (atau disengaja) bawa pensil keluar ruangan. Karna kata panitia, pensilnya bukanlah souvenir jadi harus tetap ditinggal dimeja. 

Aku keluar, dan ke mushola. Disana ada beberapa peserta yang membicarakan hasil ujian mereka, dan lagi, ketika ku tanya lulus atau tidak, jawabannya adalah tidak lulus. Banyak juga yang mengeluhkan soal TKP. Apa aku sebelumnya terlalu meremehkan soal-soal TKP sampe ga mempelajarinya sama sekali? Aku menganggap TKP akan mudah karna soal-soalnya adalah tentang kepribadian diriku sendiri nantinya, juga tindakan-tindakan yang dianggap baik ketika dihadapkan pada suatu situasi. Tapi nyatanya, aku gagal di TKP, soal tersulit yang tak dapat ditebak jawaban berpoin 5 yang mana satu.

Ada banyak yang ga passing grade tadi, aku ngga sendirian, toh ini adalah ujian CAT pertamaku. Tak seharusnya ku putus asa, disaat beberapa dari mereka adalah peserta yang sudah berkali-kali mengikuti ujian dan memilih untuk tak menyerah. Baiklah, saatnya melanjutkan hidup dan meninggalkan hotel CK, aku sudah booking salah satu hotel yang dekat dengan Pelabuhan Sri Bintan Pura agar paginya bisa naik Ferry paling awal. Tapi ketika ngecek HP, ada banyak missed call dari Ayuk (Kakak) dan satu nomor tak dikenal. Aku nelfon balik, dan ayuk sampein kalau aku nginap dirumah sodara aja. Setelah itu nomor handphone sodara yang ayuk maksud juga dikirim via whatsapp. 

Chef Ka Juna. Aku pernah dengar namanya, tapi lupa orangnya yang mana satu, dan jadi ingat lagi pas dia sampe di CK Hotel untuk menjemputku. Rumahnya di Batu 17 Bintan, tapi tak terlalu jauh dari Tanjung Pinang. Ohya, yang aku baru tahu arti dari batu-batu di sana adalah Kilometer. Jadi misalnya Batu 17, nah itu adalah Kilometer 17. 

Satu lagi orang yang ku repotkan, Ka Juna ini juga sangat baik. Dia menyiapkan semua yang ku perlukan pas nginap dirumahnya, pas pulang juga dia ngasi oleh-oleh untuk dibawa pulang. Bahkan aku juga diantar ke Pelabuhan Ferry pagi-pagi sekali. Aku ga enakan karna ga ngasi apa-apa, karna dadakan, gatau kalo punya sodara yang tinggal di dekat Tanjung Pinang dan juga ngiranya akan nginap dihotel aja.

Aku sampai dipelabuhan Tanjung Pinang jam setengah 8 pas, jalan agak kencang untuk ngejar Ferry pertama sampe ga sempat beli oleh-oleh dulu. Tapi ketika akan sampai loket boarding pass, Ferry pertama udah jalan.
  • Ferry Pertama Oceanna jam 07.30
  • Ferry Kedua Marina jam 07.45 
  • Ferry Ketiga Baruna jam 08.00
Jadi setelah boarding pass dan bayar Rp.10.000,-, aku ke loket tiket Ferry Marina, ada tiga loket disitu dan ku pilih yang tengah. Harga Tiketnya Rp.52.500,-.


Ini (juga) kali pertamaku bayar transportasi selama di Tanjung Pinang. Sehari semalam di Tanjung Pinang total uang yang ku keluarkan adalah:

Makan Siang: Rp. 13.000,-
Boarding Pass: Rp. 10.000,-
Ferry: Rp. 52.500,-
Total: Rp.75.500,-

Yang tadinya ku estimasikan akan mengeluarkan 300an ribu, jadinya malah kurang dari 100ribu. Sangat bersyukur berada diantara orang-orang baik. Benar kata orang, "Rezeki itu bukan hanya uang, teman (dalam kasusku juga saudara) yang baik pun rezeki dari Tuhan." Semoga semua kebaikan berbalik ke mereka.

Setelah mendapatkan tiket, ku berjalan menuju Ferry yang sudah sandar di dermaga, ga terlalu rame. Bahkan ketika di dalam ferry, masih banyak kursi yang kosong. Jadi bisa bebas memilih kursi manapun, dan aku memilih duduk di dekat jendela, supaya bisa melihat ombak.


Aku sangat menikmati 6 dan 7 November 2018 ini. Aku ngga passing grade di tes SKD CPNS 2018 tapi aku bersyukur karna perjalanan untuk tes ini, aku melalui banyak kejadian yang membuatku merasa Allah sangatlah baik, memudahkan segalanya dengan mengirimkanku orang-orang baik.

===========================================================================

UPDATE: 12-12-2018, hari belanja online nasional Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Badan POM Tahun Anggaran 2018.

Rekrutmen CPNS tahun ini jumlah peserta yang ngga Passing Grade SKD sangat ramai. Jadi, dibuatlah peraturan yang memungkinkan peserta tak passing grade mengikuti Ujian SKB dengan menerapkan sistem Ranking. Aku masih mungkin untuk bisa lulus dan mengikuti ujian SKB, tapi ketidakmungkinan jauh lebih besar. Sangat yakin ga akan ikutan SKB tapi nungguin juga selama 1 bulan 1 minggu untuk dapat kepastian. Dan ini hasilnya:


FIX! GA ADA GARIS MIRING L NYA.

Friday, 10 August 2018

PANGGILAN TES DAN INTERVIEW DARI PT. ASUS SERVICE INDONESIA (YANG TERNYATA PENIPUAN) ?

Beberapa tahun yang lalu, ku nyari lowongan kerja dimana-mana. Koran, nanya-nanya teman dan internet. Ada banyak situs yang isinya info lowongan kerja, ku buka semua dan kirim lamaran via email. Tak lama menunggu, hanya berjarak beberapa hari, ada sms dari nomor handphone yang tak ku kenal, isinya adalah imbauan agar ku mengecek email dari salah satu anak perusahaan Pertamina mengenai panggilan tes dan interview. Bahagia dong dipanggil sama perusahaan besar, apalagi sewaktu baca info lowongannya, kriteria kandidat yang dibutuhkan tidaklah rumit dan gajinya besar. Tapi ku mendadak putus asa ketika baca lampiran di emailnya yang menjelaskan bahwa setiap kandidat yang lulus, harus membayar biaya tiket ke jasa travel yang telah ditentukan oleh perusahaan. Ku ga ada duit untuk beli tiketnya, dan secara otomatis mengabaikan email ini. 

Tapi ku masih kepikiran, kesempatan sebagus ini mau dilewatkan begitu aja? mungkin ku hanya harus berusaha dan berkorban diawal, dan hasilnya akan baik. Ku penasaran, dan membuka website resmi perusahaan tersebut. Dan ketika klik "Karir". Muncul tulisan yang mirip seperti dibawah ini:

Sehubungan dengan maraknya aksi penipuan rekrutmen calon pegawai PT Geo Dipa Energi (Persero), kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai adanya modus penipuan dalam proses penerimaan calon pegawai yang mengatasnamakan PT Geo Dipa Energi (Persero).

Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap informasi berikut dapat berguna:

  1. PT Geo Dipa Energi (Persero) tidak pernah memungut biaya apapun dari pelamar ataupun menunjuk biro perjalanan, perwakilan ataupun individu tertentu untuk melakukan pemesanan ataupun menerima pembayaran dalam bentuk apapun atas nama PT Geo Dipa Energi (Persero), baik untuk akomodasi berupa penginapan maupun transportasi darat, laut, maupun udara selama proses penerimaan pegawai berlangsung.
  2. Informasi resmi lowongan pekerjaan PT Geo Dipa Energi (Persero) hanya diumumkan melalui website ini dan notifikasi pengumuman melalui recruitment@geodipa.co.id.
  3. Jika Anda menemukan penipuan penerimaan pegawai yang mengatasnamakan PT Geo Dipa Energi (Persero), harap melaporkan hal tersebut beserta bukti yang mencurigakan ke pengaduan@geodipa.co.id.
  4. Berikut adalah beberapa contoh Informasi Lowongan Pekerjaan yang bukan diadakan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero). 57480_PANGGILAN TES INTERVIEW PT PT GEO DIPA ENERGI (hoax)
Ku seketika merasa bersyukur karna ga punya duit untuk beli tiket. 

Ku mengalami kejadian yang sama beberapa tahun kemudian, ku mengirim lamaran kerja via email ke PT. Perusahaan Gas Negara. Ku mengira itu bukan penipuan karna alamat emailnya adalah pgn@asia.com, tidak menggunakan @yahoo.com ataupun @gmail.com. Tapi ku akhirnya tahu itu adalah penipuan ketika menerima email yang isinya juga memerintahkan untuk membayar tiket travel terlebih dahulu.

Baru-baru ini, untuk ketiga kalinya ku mengalami hal yang sama. Tapi yang terakhir, adalah penipu yang terjago nipu, hingga ragu kalo ku saat ini sedang ditipu atau malah sungguhan. Lihat alamat emailnya dibawah: 

rekrutmen@asus.co.id
See? @asus.co.id

Tapi lihat juga isi lampirannya:






Teknologi semakin canggih, pencari kerja pun semakin meningkat tiap tahunnya. Dan hal ini dianggap peluang oleh mereka yang jago IT tapi dimanfaatkan dengan cara yang salah. Cara mereka menipu semakin terlihat seperti sungguhan, yang awalnya terlihat abal-abal karna sumber info lowongan dari blogspot dan alamat email berakhiran yahoo dan gmail. Sekarang justru sumbernya adalah website dan alamat email yang terlihat profesional.

Ku ga kebayang, ada berapa banyak orang yang telah menjadi korban. Ku berharap kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang ga punya duit untuk beli tiket, maksudku semoga mereka juga sadar kalau menerima email panggilan kerja berbayar semacam itu adalah penipuan.Yang terpenting adalah, cek lagi website resmi perusahaan yang akan dilamar. Kalau di websitenya gada info yang membantu sama sekali, jangan pernah mau membayar hanya untuk tes dan interview yang belum pasti akan keterima juga.

Sejauh ini, menurut pengamatanku sebagai orang yang suka banget liat-liat loker, rata-rata (bahkan semua) perusahaan tidak memungut biaya untuk proses rekrutmen. Ada beberapa perusahaan yang lokasinya diluar kota, akan menjelaskan bahwa kandidat yang berada diluar kota bersedia untuk mengikuti tes di kota yang telah ditentukan dengan menanggung biaya sendiri, tapi tidak menunjuk jasa travel manapun.

Monday, 6 August 2018

PT KRAKATAU STEEL (Persero), Tbk - tinggal kenangan

Judulnya seakan-akan ku pernah kerja di PT. KS aja yaa.

- September kuliahku udah selesai, tinggal nunggu diresmikan dengan ritual wisuda ditanggal 18 November 2017. Mengisi waktu dengan ngirim surat lamaran kerja via email ke semua perusahaan yang lagi ada lowongan kerjanya, termasuk yang lokasinya berada di luar kota sekalipun. 

- Oktober ku interview di banyak tempat. Lumayan ngabisin bensin untuk pengangguran yang belum ada pemasukan. Apalagi interview dan tes bukan di hari yang sama, bolak-balik untuk tes, interview dengan HRD dan interview dengan User. Proses rekrutmen yang ga sebentar. Hingga akhirnya ku diterima disalah satu perusahaan yang letaknya di Batam Centre. Ku bahagia karna membayangkan hari dimana ku akan menerima gaji, sudah sejauh itu ya bayangannya. Cuma ku sempat dilema karna di hari pertama ku mulai bekerja, ada telfon masuk dari perusahaan lain yang letaknya di Graha Pena Batam Centre memanggilku untuk datang pada hari itu juga, (btw, itu panggilan ketiga yang kemungkinan akan membahas tentang hasil. Setelah yang pertama interview dengan HR dan kedua interview dengan User). Keputusan yang berat untuk akhirnya menjawab dan menyampaikan kalau ku sudah mendapatkan pekerjaan.

- November ditanggal 22 ku nerima SMS dari PT. KS, ku awalnya mengira kalau isinya adalah himbauan layaknya SMS dari Kominfo ataupun contact lain yang langsung tertera namanya tanpa disave terlebih dahulu. Dan ketika ku baca, isinya adalah undangan tes pra-kualifikasi. Berikut isi SMS tsb:







Ku buka website yang tertera di SMS, tapi error, coba lagi dan error lagi. Mungkin karna ribuan orang yang di SMS-in PT. KS ngelakuin hal yang sama. Websitenya mendadak ga bisa di akses karna banyak yang buka? mungkin. Hingga keesokan harinya baru bisa dibuka. Ada banyak sekali nama, memakan waktu bermenit-menit untuk menemukan namaku. Dan ku temukan.



Foto di atas adalah story Instagram-ku pada saat itu. Lagi, ku dilema karna keberadaanku di Batam, dan lokasi tesnya di Bandung. Di tambah, ku belum gajian, bahkan ku belum genap sebulan bekerja. Tes-nya di hari Minggu, tapi ku di Batch 1, dan harus sampai di lokasi paling pagi. Ku pengen banget nyoba, tapi ada banyak ketakutan yang memenuhi kepalaku:
  1. Ongkosnya ga murah, butuh sejutaan lebih untuk tiket pesawat PP Batam-Bandung.
  2. Kalau ga lulus, sejutaan lebihnya hangus. Kalau luluspun, akan ada tes lainnya, butuh tiket pesawat lagi dan belum tentu diterima.
Cuma dua ya? Sisanya ga ku sebutkan.

Akhirnya, ku mengurungkan hayalanku untuk terbang ke Bandung dan mengikuti tes pra-kualifikasi yang merupakan syarat untuk bekerja di PT. Krakatau Steel. Keinginan yang terhalang jarak dan biaya ini membuatku sempat berpikir seperti ini, 

"Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak pernah berjuang sama sekali."

Ada sedikit rasa sesal, karna ku bahkan ga mencoba sama sekali. Ku jadi ga tau gimana akhirnya, akan lulus atau gagal. Cuma bisa menerka, akan nyesal ketika berpikir "kalau aja waktu itu ku sedikit berusaha untuk ikut tes, dan ternyata lulus." atau merasa lega ketika berpikir, "mungkin ku ga akan lulus, makanya ga dimudahkan. Atau merupakan salah satu ujian untuk pertahanin pekerjaan yang sudah ada"

- 2018, ku mencari namaku di Google. Dan menemukan ini:



- tinggal kenangan.